pemasangan Walpaper Murah

Sejarah Wallpaper Dinding

Kisah wallpaper itu sendiri sebenarnya dimulai di Cina kuno, pertama karena orang Cina menemukan kertas, dan kedua karena mereka memasang kertas beras ke dinding mereka sejak 200 SM. Menghiasi panel beras kertas Cina dengan tangan – dicat dengan burung, bunga, simbol-simbol agama dan lanskap.

Pada Abad Pertengahan, kelas atas Eropa gantung tenunan permadani untuk menahan dingin dan kelembaban dan untuk menambah warna dan desain untuk tempat tinggal jika tidak suram.

Wallpaper dalam bentuk yang kita kenali hari ini, muncul ketika Louis XI dari Perancis memerintahkan 50 gulungan kertas yang dilukis oleh Jean Bourdichon di 1481. Desain ini menampilkan malaikat di tanah biru. Raja Louis memerintahkan wallpaper portabel karena ia merasa perlu untuk bergerak sering dari kastil ke kastil. Eropa lainnya baik bertumit ditugaskan seniman untuk melukis kertas untuk dinding mereka, tapi nyata wallpaper hampir tidak dapat dikatakan telah ada sampai munculnya mesin cetak.

Awal tahu fragmen wallpaper Eropa ditemukan pada balok dari Lodge College Kristus di Cambridge, Inggris dan tanggal dari sekitar 1509. Sebuah serikat paperhangers didirikan di Perancis pada 1599, tetapi hanya lembar kertas kecil dihiasi yang tersedia.

Titik balik untuk produk datang pada awal 1700 sebagai Prancis Jean-Michel Papillon, dianggap sebagai penemu wallpaper, wallpaper dirancang dengan pola berulang.

Metode manufaktur yang dikembangkan oleh Inggris yang signifikan, dan produk dari abad ke-18 London lokakarya menjadi semua kemarahan. Pada awalnya, sadar mode London memerintahkan dilukis dengan tangan mahal makalah yang ditiru detail arsitektur atau bahan seperti marmer dan semen, tapi akhirnya Wallpaper memenangkan mendukung pada kemampuannya sendiri.

Borders menyerupai jalinan berumbai atau barang curian kain yang sering ditambahkan, dan berbondong-bondong kertas yang tampak seperti memotong beludru yang sangat populer. Berbagai berbondong-bondong nenekmu tercinta digunakan di seluruh rumah itu dikembangkan pada awal abad ke-18 sebagai pengganti dipotong beludru.

Dinding berbondong-bondong bahkan membuat ke Hampton Court untuk menjadi saksi Ratu Victoria dan asmara Albert. Pada tahun 1839, Inggris menciptakan empat warna rol mesin cetak dengan desain dipotong tangan pada silinder yang bisa mencetak 400 gulungan sehari.

Wallpaper datang ke Amerika sekitar 1739 ketika Plunket Fleeson mulai mencetaknya di Philadelphia. Pada 1800-an, kertas indah dicetak dengan tangan-ukiran blok – beberapa mengambil sebanyak 4.000 blok untuk menghasilkan – sangat populer. Pada awal Amerika, kolonial disalin mode Eropa.

Setelah Perang Revolusi, Amerika mendirikan bengkel sendiri. Kertas itu semua mode, dari penampilan neoklasik untuk bertele-tele mawar. Perusahaan-perusahaan Amerika membuat bagian mereka dari patriotik “peringatan” kertas, yang kami telah datang untuk mengetahui dari lapisan batang dan bandboxes.

Era Victoria, sebagai salah satu harapkan, adalah waktu besar untuk wallpaper yang menampilkan lebih-dihiasi desain menampilkan warna muram, tapi itu di menderu ’20-an yang wallpaper benar-benar mengambil sorotan untuk pertama kalinya. Dikenal sebagai Golden Age of Wallpaper, beberapa 400 juta gulungan terjual selama periode itu.

Dalam era Victoria, kamar diarak cetak pada cetak, terutama di warna norak, dan munculnya mesin buatan wallpaper menempatkan kubis naik dan pola arabesque dalam kisaran anggaran hampir setiap rumah. Pengrajin seperti Louis Comfort Tiffany dan William Morris dan interpretasi mereka liris alam, tangan-dicetak dengan metode block kayu, datang untuk melambangkan Art Nouveau.

Setelah Perang Dunia II, seluruh industri yang merevolusi dengan munculnya resin plastik yang ditawarkan tahan noda, dapat dicuci, daya tahan dan kekuatan. Selain itu, produsen memperkenalkan pra-disisipkan, pra-dipangkas dan pelapis dinding strippable untuk memenuhi sebuah do-it-yourself pasar meningkat.

Modernisme disukai hiasan, sehingga wallpaper jatuh ke tidak disukai selama lebih dari abad ini. Tapi seperti surut abad ke-20 dan kutukan rumah cookie cutter dan lingkungan kerja steril adalah kepada kami, kami telah menemukan kembali cinta dan keindahan dinding bermotif.

Tampilan Rumah Keren dengan Wallpaper Dinding

muchsin1Wallpaper banyak dipilih sebagai bahan penutup dinding karena lebih ekspresif. Wallpaper mempunyai warna, corak, dan motif yang sangat beragam dibandingkan dengan cat tembok biasa yang hanya mempunyai warna yang beragam, tetapi tidak mempunyai corak dan motif. Memang dimungkinkan untuk membuat corak dan motif dengan mempergunakan cat, tapi memerlukan teknik yang sangat sulit. Berbeda dengan Wallpaper, tinggal pilih, lalu tempel, dan Anda sudah akan memperoleh bidang dinding yang sangat ekspresif.

Jenis dan Bentuk Wallpaper
Wallpaper dengan motif-motif konvensional, biasanya terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah motif untuk bidang yang berada di bagian bawah border, bagian kedua adalah motif untuk bidangyang berada di bagian atas border, bagian ketiga adalah border itu sendiri. Untuk wallpaper bidang berupa roll dengan lebar 0,53m x panjang 10m (rol kecil) dan lebar 0,93m x panjang 17m (rol besar). Sedangkan wallpaper dengan motif-motif yang lebih modern, biasanya diaplikasikan dengan tanpa border, tetapi memiliki motif yang sama untuk seluruh bidang dinding.
Secara umum, bahan wallpaper ada 2. Yang pertama yang sudah agak jarang ditemukan adalah yang berbahan basar vinyl (sejenis plastik). Yang kedua, yang saat ini dominan dipergunakan, adalah yang berbahan dasar kertas. Wallpaper dengan bahan dasar kertas ini terdiri dari banyak jenis dan kualitas dengan berbagai kisaran harga antara Rp.150rb s/d Rp 1,6jt per rol. Biaya pemasangan adalah Rp 25 ribu untuk rol kecil dan Rp.75 ribu untuk rol besar. Pemasangan minimal adalah 3 rol.
Wallpaper sebaiknya hanya diaplikasikan pada interior bangunan. Pemakaian pada eksterior harus dihindari, karena selain bahan dasar wallpaper sendiri yang terbuat dari kertas yang sangat rentan terhadap air dan kelembaban, pada aplikasi wallpaper terhadap komponen perekat / lem yang rentan terhadap cuaca juga.
Pemilihan dan Pemasangan Wallpaper.
Sebelum memasang wallpaper pada rumah Anda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Kondisi dinding.
Seperti halnya dengan aplikasi cat tembok, aplikasi wallpaper mutlak harus memperhatikan kondisi dinding tempat menempelnya wallpaper. Karena sebagus mungkin kualitas wallpaper yang kita pilih, tidak akan bisa menempel sempurna, apabila kondisi bidang dinding tempat ditempelnya wallpaper tersebut kurang baik. Untuk dinding baru, harus diperhatikan betul kualitas semen yang dipergunakan untuk plesteran dan acian. Kualitas semen yang buruk akan mengakibatkan wallpaper tidak bisa menempel dengan sempurna. Untuk dinding baru, sebaiknya pemasangan wallpaper menunggu beberapa hari sejak acian selesai, untuk memastikan dinding sudah benar-benar kering. Untuk dinding lama, kita harus lebih hati-hati lagi. Pastikan bahwa permukaan dinding dalam kondisi baik, tidak ada retak, bubuk, lubang, kasar, tidak rata, ataupun cacat-cacat lainnya. Bila terdapat cacat-cacat tersebut, maka harus diperbaiki dulu dengan semen kualitas baik.
2. Pilih warna dan motif wallpaper.
Untuk pemilihan wallpaper Anda bisa memilih sendiri, atau berkonsultasi dengan arsitek atau desainer interior. Yang jelas, sesuaikan pilihan motif dan warna wallpaper Anda dengan gaya rumah Anda. Untuk rumah bergaya klasik, anda bisa pilih wallpaper dengan motif Victorian atau Naturalis, misal yang bermotif bunga-bunga. Untuk rumah bergaya minimalis, biasanya dipilih wallpaper dengan warna gelap dan motif garis-garis atau geometris. Sedangkan untuk rumah dengan gaya oriental, akan lebih cocok untuk aplikasi wallpaper dengan warna merah, silver, atau gold.
Motif wallpaper pun sebaiknya menyesuaikan dengan ukuran ruang. Untuk ruang sempit, pilihlah motif horizontal, supaya ruang terlihat lebih luas. Untuk ruang dengan langit-langit yang rendah, Anda bisa memilih wallpaper dengan pola vertikal, supaya ruang terlihat lebih tinggi. Untuk ruangan yang kecil, pilihlah wallpaper polos, atau motif yang kecil-kecil dan simpel. Pada ruang yang lebar, barulah Anda pergunakan wallpaper dengan motif yang besar-besar.
Fungsi ruangan juga harus diperhatikan dalam pemilihan warna wallpaper. Untuk ruang tidur, sebaiknya hindari warna-warna yang tajam, seperti merah, kuning, ungu, biru dll, dan gunakan warna yang lebih lembut dan tenang. Warna-warna yang lebih ceria bisa diaplikasikan dalam ruang keluarga. Sementara pada pantry dan ruang makan bisa dipergunakan warna-warna yang menggugah selera makan, misalnya hijau dan merah.
3. Ukuran Ruang.
Kita harus mengetahui ukuran ruang untuk menentukan berapa rol wallpaper yang kita butuhkan dan besarnya biaya yang akan diperlukan. Untuk lebih menghemat dana, bisa saja wallpaper tidak perlu diaplikasikan pada seluruh bidang dinding, melainkan hanya pada satu atau dua bidang dinding saja yang menjadi aksen ruangan tersebut. Pada wallpaper dengan 2 macam motif dan border, bisa saja kita hanya mempergunakan wallpaper motif yang berada di bagian bawah border dan border, atau bahkan bordernya saja. Sementara bagian yang lain tetap mempergunakan finishing cat biasa.
4. Teknik pemasangan.
Andapun bisa memasang sendiri wallpaper di rumah Anda, Silahkan ikuti tahap-tahap berikut ini :
  • Peralatan. Siapkan peralatan yang diperlukan, seperti alas plastik, tangga, cutter, pensil, penggaris dan meteran, benang dengan pemberat, lem wallpaper, bak untuk adukan lem (2 buah), spons, kuas lem, roller, amplas, dan kape untuk meratakan dinding.
  • Persiapan Lem. Setelah bidang dinding atau permukaan siap, campur lem dengan air. Buatlah dalam dua bak terpisah, yaitu lem untuk bagian sambungan dan lem untuk keseluruhan. Lem bagian sambungan lebih kental, sehingga daya rekatnya lebih tinggi.
  • Pengukuran. Ukur panjang dan lebar bidang yang akan dilapisi wallpaper. Sesuaikan lebar bidang dengan lebar wallpaper. Lebihkan kira-kira 1 sampai 1,5 sentimeter untuk bagian sambungan
  • Pemotongan. Potong panjang wallpaper menjadi bagian-bagian yang disesuaikan dengan kebutuhan. Lihat petunjuk pemasangan pada kertas keterangan di setiap kemasan yang menjelaskan cara menyerasikan motif antar panel atau potongan wallpaper.
  • Posisi. Tandai posisi wallpaper dengan pensil. Gunakan alat bantu berupa benang dengan alat pemberat agar lurus dan rapi
  • Aplikasi Lem. Setelah ditandai, sapukan lem dengan roller pada permukaan bidang yang akan dilapisi wallpaper. Lakukan tahap ini perlahan-lahan.
  • Menempel wallpaper. Tempel wallpaper dengan hati-hati. Perhatikan marking yang telah Anda buat sebelumnya memakai pensil.
  • Sambungan. Pada bagian sambungan, gunakan lem yang lebih kental. Sapukan dengan kuas khusus pada bagian ini.
  • Meratakan. Ratakan wallpaper yang telah terpasang dengan penggaris akrilik. Potong sisa wallpaper dengan cutter. Gunakan spons untuk menyerap kelebihan lem. Proses ini juga berfungsi untuk meratakan wallpaper.
  • Cek. Setelah terpasang, cek sekali lagi untuk memastikan kerapiannya, terutama pada bagian sambungan dan sudut. Lakukan hal ini sebelum lem mengering, karena setelah lem kering, akan sangat sulit untuk merubah posisi wallpaper.
Kelebihan Wallpaper bila diaplikasikasikan dengan teknik yang benar, wallpaper bisa bertahan lebih lama daripada cat. Wallpaper kualitas biasa bisa bertahan hingga 8 th. Bandingkan dengan cat kualitas biasa yang biasanya harus diaplikasikan ulang setiap 2-3 th sekali. Sedangkan Wallpaper dengan kualitas baik bisa bertahan hingga 10-12 tahun.
Perawatan wallpaper pun sangat mudah. Cukup sering-sering bersihkan debu yang menempel dengan kemoceng, atau bisa juga gunakan lap lembab. Bila ada noda yang membandel, bisa dibersihkan dengan campuran jeruk nipis dan air hangat.
Selamat bereksperimen dengan wallpaper pada bidang dinding rumah Anda, pilihan motif dan warna yang tepat akan membuat gaya rumah Anda lebih hidup dan atraktif, seperti contoh-contoh berikut ini.